Cerita Dewasa Mendekap Tubuh Indah Bu Yuli

Cerita Dewasa Mendekap Tubuh Indah Bu Yuli – merasakan hawa dingin yang meraba tubuhku, seketika aku membuka mataku jam 3 pagi, dan aku tidur selama 4 jam dalam keadaan tubuh bugil dan masih melihat kejadian di ranjang, aku tubuh yang mulus begitu yang nyinyir di sampingku. Udah enggak berpelukan lagi seperti waktu mau tidur.

Aku mau cium dia, tapi enggak jadi, aku punya pikiran lain. Aku bangun pelan-pelan, aku berdiri disamping ranjang dekat Bu Yuli. Aku amati tubuh molek Bu Yuli, rambut ikal, hidung mancung, bibir merah merekah, leher jenjang, buah dada indah sekali besar dan kencang, pentilnya mendongak, perut tipis, pinggul serasi, pantat bulat padat, kaki panjang dengan paha mulus indah.

gembulan daging cembung di atas selangkangan itu bukan tantangan utama, garis merah umur, rambut tipis menghias, itilnya sebesar biji kacang tanah bukan berlebihan tapi berlebihan tapi masih seperti suhu anak 16 tahun yang aku tembus beberapa kali. Nafas Bu Yuli secara teratur, posisikan tangan di atas dan pahanya terbuka sesuai undangan aku untuk menyetubuhinya. Darahku tersirap tapi aku masih ingin memberikan kepuasan mataku untuk menikmati pemandangan langka ini.
Agen878

Pelan aku keluar menarik, menarik dan mengalahkannya mendekati Bu Yuli yang masih tergolek menantang. Lima menit berlalu ketika rokok pertamaku habis dan aku matikan di asbak. Aku nyalakan rokok, kembali aku puas dengan tubuhmu mulus wanita, aku ingin melihat keindahannya, rokok aku dalam-dalam lebih cepat kemudian aku matikan.

Bu Yuli menggeliat sambil menggeliat, tangan Bu Yuli bergerak pelan, yang kiri memegang susunya di sebelah kiri dan tangan kanannya memegang vaginanya, dia bergerak sedikit dengan kepala juga tergoyang kemudian posisi miring dan kedua melakukan mendekap vaginanya, mengakibatkan lekukan liku pinggangnya dan bokongnya yang mencuat . Aku pikir Bu Yuli lagi mimpi, mimpi bersanggama. Mimpi Bu Yuli ini mau aku sadar kenyataan.

Pelan-pelan aku naik ranjang, kontolku sudah mencuat keras sebelum 4 jam istirahat, aku berada di atas tubuh mulus Bu Yuli yang aku balikkan dari posisi miring, aku cium. dia buka mata, kaget, tapi dia membiarkan bibirku melumatnya, malah dia lebih ganas memagut bibirku,

masukkan lidahnya kemulutku yang aku sambut dengan lidahku yang kemudian saling menggelitik tangan kiriku menyangga tubuhku yang kanan mengelus buah dada Bu Yuli, meremas-remasnya, memelintir pentilnya turun mengelus perutnya yang tipis, pinggang yang ramping, ke bawah lagi aku renggangkan paha. Bu Yuli, mulutnya terbuka keluar erangan erotis aauucchh. matanya tetap tertutup, birahinya bangit.

Nafsuku memuncak, tangan kanan meremas gundukan vagina Bu Yuli, dia mendesis, aku menggesek merah ditengahnya dengan jari tengahku, aku usap-usap pelan-pelan, sedikit naik aku sentuh itilnya yang lembut, aku permainkan dengan belaian lembut. Yuli lebih keras mendesis. orgasme. basahlah dia dalam keadaan setengah mimpi.

Aku enggak mau mengoral vagina Bu Yuli, aku enggak mau lubangnya basah karena liurku, aku mau merasakan kekesatan pergaulannya, aku mau menikmati kesesakan temponya. Aku arahkan kontolku yang galak berkepala besar tanpa aku pegang, tangan kananku tetap meremas-remas bokong Bu Yuli, dua kali kontolku mencoba lubang lubang sempit video Bu Yuli enggak bisa. Bu Yuli membantu memegang lembut kontolku dan di arahkannya tetap menempel liang sanggamanya.

Cerita-Bokeb

Setelah pas, dia lepas, membiarkan kontolku menembus tempo yang cembung, seolah-olah dia tahu aku senang menikmati saat-saat kontolku membiak bibir merah kelaminnya, menguak lubang sempit vaginanya, menembus gundukan hangat kewanitaannya yang saya tekan, bibir memek Bu Yuli merekah merah . kontolku menghujam dalam.

“Aaucch.”, erang Bu Yuli kaget kontolku yang kepalanya besar menusuknya, terbuka tapi mata tetap terpejam.

Aku turunkan kontolku pelan, aku nikmatin kesempitan lubang persetubuhan Bu Yuli, kekesatan liang sanggamanya. Bu Yuli mulai mengangkat bokongnya, menggelinjang meningkatkan kenikmatan sebagai akibat kekerasan dan kejantananku dengan mantap di aktivitasnya yang semakin merah dan terbuka.

Bokong Bu Yuli naik turun mengikuti gerakan naik turun tusukan kontolku, di sebelah samping sebelah samping tambah bergetar, desisan nafas yang kencangkan gundukan Bu Yuli erat menangkap setiap aku coBLosan kontolku,

Bu Yuli enggak mau melepaskan pasak kejantananku lepas dari cengkeraman memeknya, aku genjot lagi dia, keras aku tusuk dan tusuk dorong, aku sodokkan kekiri aku coBLos dan coBLos. Bu Yuli semakin menggelinjang, pantatnya bergoyang kencang, bergerak di sana menahan nikmat keperkasaan kontolku.

Aku puasin mengaduk-aduk memek Bu Yuli sekitar 10 menit, terus aku berbisik ditelinganya”Bu, kamu peras-peras punyaku, ya”.

Bu Yuli tahu maksudku, matanya tetappejam tapi mimiknya sangat menggairahkan, mulut terbuka mengerang-erang, dia betulkan posisi bokongnya, dan remasan vaginanya di batang kontolku empot empot empot otot-otot vaginanya memeras-meras kontolku, sementara tangan kuat-kuat meremas-remas buah mendekat, mulutku melumat-lumat pentilnya.

“Aaaucch aauucchh”, nafsu Bu Yuli memuncak.

Kembali seperti petang tadi, genggamlah dipepetkan di sebelah buah dada kiri kanannya, dengan menyangga sandaran sandaran tempat tidur. Aku sedikit menjauh, aku senang dengan raut muka penuh nafsu, buah dada yang naik turun menggebu-gebu, bokong yang berputar berputar,

semua nikmat yang enak dilihat dan yang paling nikmat adalah rasa empot empot vaginanya. remasan otot vagina kesat yang berdenyut-denyut Bu Yuli mulai sekitar 15 menit memeras tenaga meremas-remaskan otot vaginanya ke kontolku, aku mulai panggang. Aku mau muasin dia lagi.

Aku kecup keningnya, aku bilang”Udah Bu, jangan repot-repot”.

Aku ambil bantal aku taruh di bawah bokong besarnya yang membuat gundukan memek Bu Yuli semakin membukit, aku buka lebar selangkangannya tetap merapat di memeknya.

Maaf ya aku mau agak keras menggejot”, kataku terus aku genjotkan kontolku keras berulang kali, sodokan-sodokan kencang, adukan-adukan penungan kelaminku yang perkasa.

“Maass”, Bu Yuli berteriak (Nuniek isteriku mungkin dengar jeritan histeris Bu Yuli).

Jam terbang kontolku, pengalaman menyetubuhi banyak macam perempuan membuat aku tahu bagaimana membikin Bu Yuli lebih histeris, lebih pembohong, lebih berkelejotan, lebih dari apa saja aku hujamkan kontolku lebih ganas lagi saja 15 menit aku hajar memek Bu Yuli.

Tanpa ampun kudengar ratapan Bu Yuli”Maas, udah. Mas.”

Aku cabut kontolku Lagi lagi, aku menunduk dan melihat lubang senggama Bu Yuli bulat merah menganga diameternya sebesar spidol aku senang melihat liang senggamanya yang merah berdenyut-denyut hingga merasa malu.

Aku belum mau ganti posisi, aku pelesakkan lagi kontolku yang keras mengkilat ceplak ceplak ceplak gundukan memek Bu Yuli membesar dan memerah kena hempasan kejantananku, Akhirnya pejuku teras sudah menumpuk dikepala kontolku, keras sekali kontolku menegang aku tancapkan kontolku dalam-dalam dan aku tumpahkan air maniku yang sangat hangati Bu Yuli. yang terus meronta-ronta. Bersamaan semprotan hangat cairan kejantananku, Bu Yuli juga orgasme.

“Maas, aku juga keluaar.”, jeritnya sambil pahanya merapat dipantatku dan kaki-kakinya menendang-nendang.

Kami berdua cape, aku turun dari atas tubuh Bu Dian, aku masalah tangan kiriku di bawah lehernya dan tangan kananku di atas vaginanya yang jadi mewangi khas campuran cairan kejantananku dan cairan kewanitaan Bu Yuli. Kemudian Bu Yuli bangun, membersihkan kontolku setelah dia bersihkan di kamar mandi.

Dia bertanya ”Mas mau aku bikinin teh panas?”.
Aku jawab ”Tidak usah lah, kan udah nyusu”, jawab aku sambil memegang buah tangan yang besar.

Gantian kontolku diremasnya, sambil beranjak mengambil softdrink yang ada di kulkas di kamar juga, memberikannya dan bergantian satu kaleng. Setelahnya kami terjadi, aku bisikkan di telinganya”Bu, trims ya, kamu cantik ini pintar”, sambil aku tekan vaginanya yang hangat pakai tanganku.

Bu Yuli merangkul aku berbisik”Ah, Mas yang hebat, aku juga puas sekali Mas”.
Aku cium aku goda “Besok lagi ya”.
“Heeh”, jawab Bu Yuli.

Aku lega sekali, aku puas sekali. Aku bertindihan seperti tadi dan bangun.Aku tidur nyenyak. Aku terbangun ketika mendengar langkah orang masuk kamar, aku melihat isteriku masuk kamar membawa nampan berisi kopi panas dan roti bakar/toast. Aku tengok Bu Yuli udah enggak ada disampingku, aku masih telanjang.

Baca Juga :  Cerita Sex Mbak Dian Pembantu Bahenol dan Manja

“Selamat pagi, sayang”, kata isteriku.
“Cape kerja ya, habis lembur tiga kali sich, tapi enak kan”, kata dia lagi meletakkan nampan di meja kecil samping ranjang.
“Sekarang jam berapa>”, tanyanya.
“Jam setengah tujuh. Masih jantan, yach. Enggak apa sich, ini kan hari Sabtu. Ini minum kopi dulu, sini aku minumin sayang”.

Aku menurut saja dan diminuminya aku dengan kopi hangat, aku makan roti panggang yang dibikinnya. Isteriku udah mandi, baunya wangi, dia duduk mepet aku, aku tahu dibalik kaos panjangnya dia enggak pakai apa-apa lagi.

Dia pandangi aku penuh arti. Dia bilang “Puas kan, Mas. Dua kali kan sama Yuli. Pasti dia lebih hebat dari aku, aku sadar koq tapi enggak apa-apa. Aku ikhlas sekali Mas bisa tidur sama Bu Yuli. Cuman jangan lupa lho, aku kan sekarang fitness dan BL tiap hari, isterimu juga bisa dua kali lhoo”, katanya genit sambil dia geser duduknya, dia angkat kaosnya dan telanjang bulat.

Tubuh isteriku masih bagus, lebih bagus dari Ibu Ning yang umurnya 47 th yang aku kontoli hampir setiap minggu selama 3 bulan Januari -Maret tahun ini juga. Isteriku gila juga, kontolku dipegang, dikocok-kocok, pelerku diremas-remas, dikulumnya kontolku, dijilat-jilat dengan lidahnya yang mulai pakar lagi, diisap-isap seluruh batang kontolku, memasukkannya dalam sampai mentok di tenggorokannya, tempat yang sama seperti petang tadi berulang kembali.

Sesudahnya isteriku minta”Mas, aku digenjot yang keras, Mas”.

Aku penuhin, aku baringkan dia dengan kasar, aku buka pahanya lebar, aku usap-usap itilnya yang panjang sekitar 2 senti menonjol keluar, aku masukin jariku membuka lubang lubangnya, aku kenal betul lubang lubangnya jadi terus aku tusukkan kontolku ke liang permainannya, aku tancapkan sodokkan kontolku,

aku aduk-aduk bagian dalam videonya, aku tunggangin sambil tangan kananku meremas payudaranya yang besar masih kenyal dan tangan kiriku kepalanya dengan mukanya aku pepetkan ke ketiakku bukti nyata ada di bawah ketekku. aku pompakan kontolku keras sekali ke liang sanggama isteriku.

Sudah lama aku enggak menyetubuhi Nuniek, isteriku, dengan buas. Aku buktikan aku masih sanggup menghadapi tantangannya, kebinalannya yang muncul muncul lagi. Ada 20 menit aku hujamkan dan pasakkan kontolku keras-keras dalam tempik isteriku yang berteriak-jerit menggelinjang menggeliat-geliat meronta-ronta memukul memukul-mukul punggungku.

aku suka itu sambil memandangi kontolku keluar menusuk-nusuk bukit besar video yang berjembut lebar sampai aku tumpahkan air maniku ke memeknya yang merah sekali kena ajaran kontolku yang tetap perkasa.

Aku cabut kontolku dan aku amati dilubang itu isteriku ada tetesan pejuh hangat yang barusan aku semprotkan Waow, pejuhku banyak juga Isteriku tahan banting, masih enggak tiduran tapi terus ngajak aku kekamar mandi, dengan penuh kasih sayang isteriku membersihkan seluruh tubuhku.

Aku diajak turun kebawah, aku belum mau kataku mau tidur lagi. Isteriku, aku masih tiduran dan keluar.

Related posts